Kelas 8G
- Aisyah Nuur Khasanah
- Akila Ghaisan Ardani
- Alanis Canari Dinar
- Alifka Jenes Alkadafi
- Allysha Putri Angreani
- Andrean Radeva Dicky Sihiyanto
- Asgar Budiman Ambarak
- Carissa Maynina Putri Wibowo
- Daniel Harry Yudhistira
- Daniel Panji Wicaksono
- Elyda Fauziah Wibowo
- Elza Adita Mulia
- Firzanah Azkanissa Gaib
- Gading Afrianto Wijaya
- Hafiz Aqila Amanulloh
- Hervando Rizki Aditya
- Jerrico Nizam Khasavani
- Kelvino Radithya Lauw
- Kinanthi Dening Gusti
- Kirana Naura Wahyuandani
- Lionel Aurelio Prasetya
- Marsya Ayu Widya Sari
- Nadhira Khansa Hibatulloh
- Narendra Arjuna Cakti
- Nevania Rohman
- Praysa Aghnala Renalista
- Qalesya Nurhasanah
- Raisha Adni Hariputri
- Renata Felicia Dearis
- Risang Sandya Abilawa
- Sabhrina Asha Jannatin Aliya
- Yashinta Mardina Chasih
Archive for Agustus 2025
Poster Sistem Pencernaan Manusia
Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya yang Menakjubkan
IPA BAB 2
Sistem pencernaan manusia dimulai dari mulut, tempat makanan dihancurkan oleh gigi dan dicampur air liur yang mengandung enzim amilase. Kerongkongan kemudian mendorong makanan menuju lambung dengan gerakan peristaltik.
Di lambung, makanan diolah oleh asam lambung dan enzim pepsin agar lebih halus, lalu masuk ke usus halus. Di sini, bantuan enzim pankreas dan empedu dari hati memungkinkan zat gizi diserap ke dalam darah.
Sisa makanan yang tidak tercerna masuk ke usus besar untuk menyerap air, lalu dibuang melalui anus. Proses ini menakjubkan karena mampu mengubah makanan menjadi energi dan zat penting bagi tubuh.
Contoh gambar:
Hubungan Antar Sistem Tubuh
IPA BAB 2
Sistem pencernaan berfungsi memecah makanan menjadi zat gizi sederhana seperti glukosa, asam amino, dan asam lemak. Zat gizi ini kemudian diserap oleh usus halus untuk digunakan tubuh sebagai energi maupun bahan pembangun sel.
Zat gizi yang diserap pencernaan diedarkan oleh sistem peredaran darah ke seluruh tubuh. Bersamaan dengan itu, darah juga membawa oksigen dari paru-paru yang dihasilkan sistem pernapasan, sehingga sel-sel tubuh mendapatkan energi dari proses oksidasi.
Ketiga sistem ini saling berhubungan: pencernaan menyediakan nutrisi, pernapasan menyediakan oksigen, dan peredaran darah menjadi pengangkut keduanya. Jika salah satu terganggu, maka fungsi tubuh secara keseluruhan juga ikut terhambat.
Contoh Gambar :
Sistem Ekskresi
IPA BAB 2
Sistem ekskresi berfungsi membuang sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan tubuh, seperti urea, karbon dioksida, dan keringat. Organ ekskresi utama meliputi ginjal, paru-paru, kulit, dan hati.
Pembuangan limbah ini penting agar zat beracun tidak menumpuk dan merusak organ. Jika sistem ekskresi terganggu, tubuh bisa mengalami penyakit seperti gagal ginjal atau gangguan pernapasan.
Menjaga kesehatan sistem ekskresi dapat dilakukan dengan minum cukup air, makan seimbang, serta menghindari rokok dan alkohol. Dengan begitu, organ ekskresi tetap optimal dalam menjaga keseimbangan tubuh.
Contoh gambar:
Sumber:
Buku IPA Kelas 8 Kurikulum Merdeka, Kemdikbud. (2020). Buku IPA SMP Kelas VIII Kurikulum 2013 Revisi.
Alodokter - Sistem Ekskresi
Cara Kerja Sistem Pernapasan
IPA BAB 2
Sistem pernapasan dimulai ketika kita menghirup udara melalui hidung atau mulut. Udara masuk ke rongga hidung yang menyaring debu, melembapkan, dan menghangatkan udara. Setelah itu, udara mengalir melalui tenggorokan (faring), batang tenggorokan (trakea), hingga bercabang ke bronkus dan bronkiolus yang berakhir di alveolus, yaitu kantung udara kecil di paru-paru.
Di dalam alveolus terjadi pertukaran gas. Oksigen yang terdapat dalam udara akan berdifusi menembus dinding alveolus menuju pembuluh kapiler, lalu diikat oleh hemoglobin dalam sel darah merah untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Pada saat yang sama, karbon dioksida dari darah berdifusi ke alveolus untuk dibuang keluar. Proses ini sangat penting karena oksigen dibutuhkan sel untuk menghasilkan energi, sedangkan karbon dioksida harus dikeluarkan agar tidak beracun bagi tubuh.
Setelah pertukaran gas selesai, kita melakukan menghembuskan napas (ekspirasi). Otot diafragma dan otot antar tulang rusuk mengendur, sehingga rongga dada mengecil dan udara terdorong keluar dari paru-paru melalui bronkus, trakea, lalu keluar lewat hidung atau mulut. Dengan cara ini, tubuh terus-menerus menjaga keseimbangan oksigen dan karbon dioksida agar sel-sel dapat bekerja optimal.
Contoh gambar:
Rahasia Sistem Peredaran Darah
IPA BAB 2
Perjalanan Darah Dari Jantung Hingga Kapiler:
🫀Sistem Peredaran Darah bekerja seperti jaringan transportasi tubuh yang tidak pernah berhenti. Jantung bertugas sebagai pompa utama yang mendorong darah kaya oksigen keluar melalui aorta, kemudian dialirkan ke seluruh tubuh lewat arteri dan arteriola. Dinding arteri yang tebal dan elastis menjaga agar aliran darah tetap kuat meskipun mendapat tekanan tinggi dari jantung.
Setelah melewati arteriola, darah memasuki pembuluh kapiler yang sangat kecil dan tipis. Di sinilah terjadi rahasia penting sistem peredaran darah, yaitu proses pertukaran zat. Kapiler memungkinkan oksigen dan nutrisi masuk ke sel-sel tubuh, sementara sisa metabolisme seperti karbon dioksida dan limbah lainnya diserap ke dalam darah untuk dibawa kembali.
Darah yang sudah miskin oksigen kemudian dialirkan ke venula, vena, hingga kembali ke jantung bagian kanan, lalu dipompa menuju paru-paru. Di paru-paru, darah membuang karbon dioksida dan mengambil oksigen baru sebelum kembali ke jantung bagian kiri untuk dipompakan lagi ke seluruh tubuh. Proses ini berlangsung terus-menerus tanpa henti, menjaga setiap sel tubuh tetap hidup dan berfungsi dengan baik.
Contoh Gambar :
Mengenal Sistem Pencernaan
IPA BAB 2
Mesin Pengolah Makanan Dalam Tubuh Kita:
Sistem pencernaan manusia bekerja seperti mesin pengolah makanan dalam tubuh. Setiap makanan yang kita makan akan diproses agar berubah menjadi zat gizi yang berguna untuk energi, pertumbuhan, serta perbaikan sel tubuh.
Proses pencernaan dimulai dari mulut, tempat makanan dikunyah dan dihaluskan, lalu diteruskan ke lambung yang menghancurkan makanan dengan asam lambung. Setelah itu, makanan masuk ke usus halus, tempat zat gizi diserap ke dalam darah.
Sisa makanan yang tidak tercerna masuk ke usus besar untuk dibentuk menjadi feses, kemudian dikeluarkan melalui anus. Dengan cara ini, sistem pencernaan memastikan tubuh mendapatkan energi dan zat gizi, sekaligus membuang sisa yang tidak dibutuhkan.
Contoh gambar:





